Langsung ke konten utama

Postingan

Agar Anak Pintar Sejak dalam Kandungan

Merry Wahyuningsih - detikHealth (Foto: thinkstock) Jakarta, Setiap orangtua pastilah ingin memiliki anak yang pintar dan cerdas. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi tingkat kecerdasan anak, salah satunya sejak bayi masih dalam kandungan. Sebesar 20 persen tingkat kecerdasan anak dipengaruhi oleh lingkungan dan stimulasi (rangsangan) pada saat periode emas masa pertumbuhannya. Tapi tak bisa dipungkiri, perkembangan kecerdasan anak sudah dimulai sejak masih dalam kandungan. Dilansir dari GeniusBeauty , Senin (6/9/2010), berikut beberapa faktor penting yang dapat meningkatkan kecerdasan anak sejak masih dalam kandungan: 1. Asam lemak omega-3 Asam lemak omega-3 sangat penting untuk perkembangan otak janin dan penglihatan anak. Wanita hamil sebaiknya makan banyak ikan yang kaya akan omega-3 atau mengonsumsi suplemen khusus omega-3. 2. Kolin Zat ini memainkan peran penting dalam pengembangan kemampuan daerah otak yang bertanggung jawab untuk memori dan belajar....

Hindari Pisang Jika Ingin Punya Anak Perempuan

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth Foto: Thinkstock Maastricht, Kombinasi diet dan pengaturan jadwal berhubungan seks dapat menentukan jenis kelamin bayi yang dihasilkan. Jika menginginkan anak perempuan, hindari pisang dan lakukan hubungan seks dengan pasangan sesering mungkin. Kalium yang terkandung dalam pisang merupakan unsur yang harus dihindari bersama garam natrium, jika sedang berusaha untuk mendapatkan anak perempuan. Unsur-unsur tersebut juga terkandung dalam ikan teri, zaitun, ikan salmon, udang, kentang, daging olahan, roti dan kue kering. Sebaliknya, konsumsi kalsium dan magnesium harus diperbanyak oleh si calon ibu. Diet yang dianjurkan antara lain meliputi yoghurt, keju keras, salmon kalengan, tofu, oatmeal, sereal gandum, brokoli, jeruk, almond dan jenis kacang-kacangan lainnya. Selain diet, faktor lainnya yang menentukan jenis kelamin bayi adalah pengaturan jadwal berhubungan seks. Seperti dikutip dari Dailymail, Minggu (5/9/2010), peluang unt...

Berapa Lama Nikotin Berada di dalam Tubuh?

Vera Farah Bararah - detikHealth (Foto: thinkstocks) Jakarta, Salah satu zat di dalam rokok yang diketahui berbahaya atau menimbulkan risiko kesehatan adalah nikotin. Berapa lama nikotin berada di dalam tubuh seseorang? Selain bisa menimbulkan risiko kesehatan, nikotin yang terkandung di dalam rokok juga membuat seseorang ketergantungan (adiksi) dan melemahkan keinginan seseorang untuk berhenti merokok. Hal inilah yang menyebabkan banyak orang gagal untuk berhenti merokok. Ketika seseorang merokok, maka nikotin akan masuk dan mulai menumpuk di dalam tubuh. Lama kelamaan seseorang akan terbiasa dengan nikotin dan jika ia tidak mendapatkan jumlah yang sama maka tubuh akan meminta lebih. Dan biasanya jumlah nikotin yang masuk akan semakin besar atau meningkat. Seperti dikutip dari eHow , Sabtu (4/9/2010) sebagian besar nikotin yang dikonsumsi (atau sekitar 90 persen) dengan cepat dimetabolisme oleh hati dan kemudian akan dikeluarkan melalui ginjal. Jumlah sisa ni...

Kenapa Suka Pusing Jika Tiba-tiba Berdiri?

Vera Farah Bararah - detikHealth (Foto: thinkstocks) Jakarta, Terkadang seseorang suka merasa pusing atau seperti berputar-putar ketika bangun dari posisi duduk atau berbaring. Hal ini berhubungan dengan adanya perubahan tekanan darah. Kenapa bisa terjadi seperti itu? Ketika seseorang harus berdiri setelah duduk atau berbaring, akan terjadi penurunan tekanan darah atau disebut dengan hipotensi ortostatik (hipotensi postural). Kondisi ini bisa menyebabkan rasa pusing yang ringan hingga kondisi yang parah seperti pingsan. Situasi tersebut akan sangat berbahaya terutama jika terjadi pada orang yang memiliki gangguan keseimbangan seperti orang yang sudah tua, karena bisa menyebabkan patah tulang atau cedera otak. Seperti dikutip dari Livestrong , Jumat (3/9/2010) nilai tekanan darah seseorang dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu: Aliran darah yang dihasilkan oleh jantung, yaitu semakin tinggi aliran darah maka semakin tinggi pula nilai tekanan darahnya. Adanya hamba...

Bisakah Bedak Menghentikan Keringat?

Vera Farah Bararah - detikHealth (Foto: thinkstock) Jakarta, Berbagai cara sering dilakukan untuk menghentikan keringat di badan yang sering menimbulkan bau. Salah satunya adalah menggunakan bedak bayi atau bedak talc. Bisakah bedak menghentikan keringat berlebih? Bedak bayi atau talc umumnya mengandung mineral yang sangat lembut dan terbuat dari magnesium silikat. Zat ini bisa menyebabkan jaringan tubuh mengerut dan menciptakan permukaan yang kering. Selain itu bedak juga bersifat sangat menyerap, mengurangi gesekan dan bisa berfungsi untuk melindungi kulit. Bedak bayi yang digunakan pada umumnya juga memberikan sensasi kesegaran dan rasa nyaman di kulit. Terlebih bedak-bedak ini terkadang ditambahkan kandungan bahan-bahan aktif, seperti mentol yang bisa membuat badan terasa 'dingin' dan nyaman. Bedak bayi bisa menyerap keringat dan menurunkan produksi keringat, khususnya di daerah-daerah yang mana terjadi kontak kulit dengan kult seperti di lipatan p...

Anak Pertama Kebanyakan Lebih Cerdas dari Saudara yang Lain

Merry Wahyuningsih - detikHealth Ilustrasi (kids-smart.com) Jakarta, Anak yang lahir pertama akan cenderung memiliki tingkat kecerdasan yang lebih tinggi dibanding saudara lainnya dan lebih perfeksionis. Sedangkan anak kedua dan berikutnya lebih terbuka dan mudah bergaul serta suka pengalaman baru. Penelitian terbaru menemukan anak yang lahir pertama akan cenderung memiliki tingkat kecerdasan yang lebih tinggi dibandingkan saudara-saudaranya yang lain. Dalam studi tersebut, seperti dilansir dari Topnews, Jumat (3/9/2010), penulis utama Tiffany L. Frank, seorang doktor di Adelphi University, Long Island, New York, dan rekan-rekannya menyurvei 90 pasang saudara kandung di tingkat sekolah menengah atas (SMA). Partisipan diminta untuk melaporkan nilai dan rankingnya sendiri yang kemudian akan dibandingkan dengan kecerdasan, prestasi etik dan nilai akademis dari saudara kandungnya. Peneliti juga melakukan tes IQ untuk memastikan tingkat kecerdasan masing-masin...

Pelukan Lebih Ampuh Atasi Rasa Nyeri Bayi Usai Imunisasi

Vera Farah Bararah - detikHealth (Foto: thinkstock) London, Rasa nyeri timbul setelah bayi mendapat suntikan imunisasi atau pengambilan sampel darah. Tapi dengan memberikan pelukan pada bayi, bisa membantu mengurangi rasa nyeri tersebut. Jika penelitian sebelumnya menemukan bahwa memberikan larutan gula sebelum bayi disuntik bisa mengurangi rasa nyeri, kini sebuah penelitian menemukan bahwa larutan gula ini tidak memberikan pengaruh pada beberapa rasa sakit yang dialami oleh bayi. Para peneliti di Inggris mengungkapkan bahwa larutan gula tersebut hanya berfungsi sebagai bentuk pengalihan perhatian. Tapi jika bayi diberikan pelukan oleh orangtuanya, maka kondisi ini akan bekerja lebih baik untuk mengurangi nyeri. Dalam studi ini peneliti lebih memfokuskan terhadap suntikan di tumit atau darah diambil di kaki pada bayi berusia beberapa hari setelah kelahiran untuk mendeteksi berbagai penyakit yang mengancam jiwa seperti cystic fibrosis dan sickle cell an...