Langsung ke konten utama

Menghentikan Dengkuran dengan Rangsangan Listrik

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth

img
Foto: thinkstock
Washington, Bukan hanya berisik, kebiasaan mendengkur juga menandakan adanya gangguan tidur pemicu stroke dan serangan jantung. Kini ada cara yang efektif untuk meredakannya, yakni dengan stimulasi elektrik (rangsangan listrik).

Sebuah perusahaan di Amerika memproduksi alat tersebut untuk menggantikan metode lama, continuous positive airway pressure (CPAP). Meski efektif, CPAP yang berwujud masker yang mengalirkan oksigen selama tidur itu dilaporkan tidak nyaman bagi 40 persen penggunanya.

Berbeda dengan CPAP, metode stimulasi elektrik menggunakan alat berupa neurotransmitter berukuran kecil yang ditanam melalui pembedahan di sekitar leher. Ketika diaktifkan alat itu akan menstimulasi saraf hypoglossal yang terletak di pangkal tulang rahang.

Saraf tersebut bertanggung jawab pada gerakan otot genioglossus di sekitar lidah, yang berhubungan langsung dengan saluran napas selama tidur. Jika melemah, saluran tersebut akan menyempit dan menyebabkan dengkuran atau bahkan berhenti napas sama sekali selama beberapa detik (obstructive sleep apnea).

Apabila tidak tertangani, kondisi tersebut dapat memicu komplikasi yang lebih serius, mulai dari tekanan darah tinggi, serangan jantung hingga stroke. Bahkan karena mengurangi kualitas tidur secara signifikan, penderitanya juga bisa mengalami depresi karena kelelahan.

Sedangkan untuk efektifitasnya, metode stimulasi elektrik dilaporkan mampu mengurangi dengkuran hingga 56 persen dalam sebuah penelitian di Australia. Hasil ini dicapai dalam 3 bulan sejak pemasangan, dengan durasi pemakaian rata-rata 6,5 jam sepanjang malam.

Dikutip dari Dailymail, Selasa (7/9/2010), cara mengaktifkan dan mematikan alat ini tidak sulit meski ditanam di dalam tubuh. Sebab neurotransmitter yang ditanam di leher itu terhubung dengan sensor yang terletak di sekitar tulang iga, yang bisa dikendalikan dengan remote control dari luar.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bambu untuk Mengurangi Karbon Dioksida

Vegetasi bambu berdaya serap karbon dioksida tergolong paling besar, berbeda dengan jenis pohon lain karena bambu memiliki kemampuan fotosintesis efisien, yaitu menyerap kembali sebagian karbon dioksida yang dihasilkan. Dunia tidak akan bisa menolak bambu dengan ekolabel karena bambu yang tidak dipanen atau dimanfaatkan justru akan membusuk di alam dan melepaskan emisi Dalam pembahasan di Konferensi Perubahan Iklim PBB di Kopenhagen, Denmark, baru-baru ini, penanaman bambu diupayakan masuk dalam program Alih Guna Lahan dan Kehutanan (LULUCF), serta Reduksi Emisi dari Perusakan Hutan dan Degradasi Lahan (REDD). ”Dunia tidak akan bisa menolak bambu dengan ekolabel karena bambu yang tidak dipanen atau dimanfaatkan justru akan membusuk di alam dan melepaskan emisi,” kata Marc Peeters, salah satu penanam modal usaha pembibitan bambu satu-satunya di Indonesia dengan teknologi kultur jaringan dari Belgia, Senin (1/2/2010) di Jakarta. Mantan Menteri Negara Lingkungan Hidup Sarwono Kusumaat...

Diet Sehat Dengan Air Putih

By Finalia Kodrati, Lutfi Dwi Puji Astuti VIVAnews - Banyak wanita yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan tubuh yang indah. Bahkan, mereka rela melakukan operasi plastik atau mengosumsi obat-obatan mahal. Padahal, dengan air putih saja bisa bisa membantu wanita untuk menjaga keindahan tubuhnya. Ahli gizi dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusomo, Dr Hardiansyah mengatakan berdasarkan hasil uji klinis air putih bisa membantu diet. Penelitian yang dilakukan di mancanegara terhadap kelompok orang yang minum 500 ratus ml air atau dua gelas air sebelum makan dan dilakukan selama tiga bulan terbukti bisa menurunkan berat badan sebanyak 2 kg dibanding kelompok orang yang tidak minum sebelum makan. Meski kalori yang masuk sama. "Uji klinis ini sudah dilakukan di mancanegara terhadap 75 orang yang diberi minum dan75 orang yang tidak diberi minum sebelum makan," kata Dr Hardiansyah dalam acara Woman Health Expo di Hotel Sahid, Jakarta, Sabtu 6 Februari 2010. Dia juga memberikan ...

7 Rasa Sakit di Selangkangan Pria

(Foto: thinkstock) Jakarta, Pria memang lebih bisa menahan sakit ketimbang wanita. Pria biasanya baru akan mempedulikan rasa sakit jika sudah menyangkut fungsi reproduksi. Ada 7 rasa sakit di selangkangan pria yang nyerinya cukup menyiksa. Gejala yang muncul bisa meliputi daerah testis, penis dan juga prostat seperti gatal, nyeri, benjolan, luka, ruam, bengkak atau rasa seperti terbakar. Dikutip dari Menshealth , Jumat (29/10/2010) terdapat 7 gejala yang menunjukkan adanya gangguan pada reproduksi yang letaknya di seputar selangkangan yaitu: 1. Mengalami nyeri di testis Rasa sakit atau nyeri pada testis biasanya disebabkan salah satu testis memutar sehingga bisa menghambat suplai darah, dan ini bisa menimbulkan rasa sakit yang menusuk. Kondisi ini sebaiknya tidak diabaikan, karena bisa membuat seseorang kehilangan satu testisnya. Untuk mengetahuinya dokter akan melakukan pemeriksaan USG untuk melihat kondisi testis. 2. Mengalami rasa sakit pada saluran sperma ...