Cintai Tubuh Seperti Ini Biar Hasilnya Ramping
Merry Wahyuningsih - detikHealth
(Foto: thinkstock)
Jakarta, Menurunkan berat badan bukanlah hal yang sulit dilakukan bila Anda mencintai diri sendiri. Sebaliknya bila berat badan menjadikan Anda selalu berpikir negatif pada tubuh sendiri, penurunan berat badan memang jadi hal yang sulit.
Tak sedikit orang yang berusaha keras untuk dapat menurunkan berat badannya. Tapi kebanyakan orang lupa bahwa inti dari menurunkan berat badan adalah rasa cinta terhadap tubuh dan kesehatan diri sendiri.
Dilansir dari Care2, Jumat (6/8/2010), cintai tubuh seperti di bawah ini biar hasilnya ramping:
1. Lakukan kegiatan yang menghargai diri sendiri
Hormati dan rawatlah tubuh sendiri. Luangkan waktu untuk merasakan Anda berada di dalam tubuh sendiri. Oleskan lotion dengan aroma yang membuat pikiran rileks.
2. Jadikanlah bayangan Anda di cermin sebagai teman, meski ia tampak lebih gemuk
Lihatlah diri Anda di cermin dan katakan 'Kamu terlihat sempurna dan begitu cantik, persis seperti saya'.
3. Hormatilah berkah pada tubuh Anda setiap hari
Tuhan menciptakan tubuh Anda dengan sempurna, maka hormatilah berkah tersebut dengan tidak merusaknya dan hiduplah dengan pola hidup yang sehat. Biasakan juga memiliki pikiran yang positif seperti 'Saya menarik, saya mudah untuk dicintai (lovable) dan saya sempurna dengan cara sendiri'.
4. Hormati semangat yang sempurna dalam diri Anda dengan makanan yang luar biasa
Pilih sayuran mentah yang berwarna-warni, buah-buahan segar dan aneka makanan segar yang indah. Tubuh Anda tidak memerlukan junk food, melainkan makanan sehat bergizi, produk organik, daging bebas hormon, biji-bijian seperti gandum dan beras merah.
5. Tambahkan jus hijau yang alami pada menu makanan Anda
Jus hijau alami berperan sebagai detoks yang dapat membersihkan racun dan menstabilkan gula darah dalam tubuh. Minum 3-4 porsi jus hijau per hari dapat membantu menghilangkan hasrat makan yang rakus (craving).
6. Hanya makan pada saat Anda merasa lapar
'Dengarkan' apa yang tubuh katakan. Makan dengan perlahan dan tidak murka. Ketika Anda sudah merasa tidak lapar, maka berhentilah makan.
7. Berhati-hatilah dengan apa yang Anda masukkan ke dalam mulut
Jika jiwa dan semangat diibaratkan sebagai Tuhan, maka tubuh merupakan tempat ibadahnya. Maka hormati dan hati-hatilah ketika Anda memasukkan sesuatu ke dalam tubuh.
8. Hindari makan ketika Anda sedang emosional
Orang yang sedang emosional biasanya akan makan dengan murka dan tidak peduli dengan apa yang dimakannya. Bila Anda sedang marah atau merasa kecewa, maka sebaiknya hindarilah makanan.
9. Gerakkan tubuh indah Anda
Tak perlu melakukan olahraga yang berat, hanya dengan berjalan kaki minimal 20-30 menit per hari sudah cukup untuk membuat tubuh indah Anda berada pada berat badan yang ideal. Luangkan juga waktu untuk meditasi.
Tak sedikit orang yang berusaha keras untuk dapat menurunkan berat badannya. Tapi kebanyakan orang lupa bahwa inti dari menurunkan berat badan adalah rasa cinta terhadap tubuh dan kesehatan diri sendiri.
Dilansir dari Care2, Jumat (6/8/2010), cintai tubuh seperti di bawah ini biar hasilnya ramping:
1. Lakukan kegiatan yang menghargai diri sendiri
Hormati dan rawatlah tubuh sendiri. Luangkan waktu untuk merasakan Anda berada di dalam tubuh sendiri. Oleskan lotion dengan aroma yang membuat pikiran rileks.
2. Jadikanlah bayangan Anda di cermin sebagai teman, meski ia tampak lebih gemuk
Lihatlah diri Anda di cermin dan katakan 'Kamu terlihat sempurna dan begitu cantik, persis seperti saya'.
3. Hormatilah berkah pada tubuh Anda setiap hari
Tuhan menciptakan tubuh Anda dengan sempurna, maka hormatilah berkah tersebut dengan tidak merusaknya dan hiduplah dengan pola hidup yang sehat. Biasakan juga memiliki pikiran yang positif seperti 'Saya menarik, saya mudah untuk dicintai (lovable) dan saya sempurna dengan cara sendiri'.
4. Hormati semangat yang sempurna dalam diri Anda dengan makanan yang luar biasa
Pilih sayuran mentah yang berwarna-warni, buah-buahan segar dan aneka makanan segar yang indah. Tubuh Anda tidak memerlukan junk food, melainkan makanan sehat bergizi, produk organik, daging bebas hormon, biji-bijian seperti gandum dan beras merah.
5. Tambahkan jus hijau yang alami pada menu makanan Anda
Jus hijau alami berperan sebagai detoks yang dapat membersihkan racun dan menstabilkan gula darah dalam tubuh. Minum 3-4 porsi jus hijau per hari dapat membantu menghilangkan hasrat makan yang rakus (craving).
6. Hanya makan pada saat Anda merasa lapar
'Dengarkan' apa yang tubuh katakan. Makan dengan perlahan dan tidak murka. Ketika Anda sudah merasa tidak lapar, maka berhentilah makan.
7. Berhati-hatilah dengan apa yang Anda masukkan ke dalam mulut
Jika jiwa dan semangat diibaratkan sebagai Tuhan, maka tubuh merupakan tempat ibadahnya. Maka hormati dan hati-hatilah ketika Anda memasukkan sesuatu ke dalam tubuh.
8. Hindari makan ketika Anda sedang emosional
Orang yang sedang emosional biasanya akan makan dengan murka dan tidak peduli dengan apa yang dimakannya. Bila Anda sedang marah atau merasa kecewa, maka sebaiknya hindarilah makanan.
9. Gerakkan tubuh indah Anda
Tak perlu melakukan olahraga yang berat, hanya dengan berjalan kaki minimal 20-30 menit per hari sudah cukup untuk membuat tubuh indah Anda berada pada berat badan yang ideal. Luangkan juga waktu untuk meditasi.
Manusia Sering Merekayasa Kenangan Indah
AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Ilustrasi (dok: thinkstock)
Hull, Mengingat-ingat kenangan indah kadang-kadang cukup ampuh untuk membangkitkan semangat hidup. Namun ternyata, setiap manusia punya kecenderungan merekayasa kenangan yang sebenarnya tidak pernah terjadi di masa lalu.
Hal ini terungkap dalam penelitian yang dilakukan di University of Hull. Penelitian tersebut sekaligus menjelaskan bagaimana 2 orang bisa punya ingatan yang berbeda, tentang sebuah percakapan atau peristiwa yang dialami bersama.
Dikutip dari Telegraph, Kamis (5/8/2010), tim peneliti yang terdiri dari para psikolog melibatkan 1.600 siswa sekolah menengah dalam penelitian tersebut. Sebagian besar mengaku pernah mengalami ingatan palsu, yang ternyata tidak pernah terjadi sebelumnya.
Salah satu relawan mengaku ingat betul bahwa dirinya pernah masuk tim hoki sewaktu SD. Padahal ketika dikonfirmasi ke orangtuanya, ia hanya pernah mengikuti seleksi untuk masuk tim inti.
Menurut peneliti, hal semacam ini dialami oleh 20 persen orang dewasa. Sebagian besar ingatan palsu semacam itu merupakan peristiwa-peristiwa yang diperkirakan terjadi sekitar usia 8 tahun, saat seseorang banyak berimajinasi.
"Kenangan autobiografis semacam itu memberikan identitas dan cukup berguna dalam bernegosiasi dengan kesulitan hidup yang dihadapi," ungkap Giuliana Mazzoni, salah satu pakar yang terlibat dalam penelitian tersebut.
Sayangnya, tidak semua kenangan indah itu nyata. Menurut Giuliana, kenangan itu akan selamanya menjadi bagian dari diri seseorang selama tidak ada upaya maupun sanggahan pihak lain yang mendorong adanya semacam pembuktian.
Terkait fenomena tersebut, sebuah eksperimen terkenal pernah dilakukan di University of Washington. Ketika itu para ahli berhasil menanamkan ingatan palsu ke dalam benak seseorang dengan mempertontonkan sebuah iklan Disneyland yang menampilkan karakter Bugs Bunny.
Beberapa pekan kemudian, para relawan diminta untuk menceritakan berbagai pengalaman di masa kecil. Sepertiga di antaranya mengaku pernah foto bersama Bugs Bunny di Disneyland, padahal tokoh tersebut adalah milik Warner Brothers (pesaing Disney) yang tentu saja tidak pernah ada di Disneyland.
Hal ini terungkap dalam penelitian yang dilakukan di University of Hull. Penelitian tersebut sekaligus menjelaskan bagaimana 2 orang bisa punya ingatan yang berbeda, tentang sebuah percakapan atau peristiwa yang dialami bersama.
Dikutip dari Telegraph, Kamis (5/8/2010), tim peneliti yang terdiri dari para psikolog melibatkan 1.600 siswa sekolah menengah dalam penelitian tersebut. Sebagian besar mengaku pernah mengalami ingatan palsu, yang ternyata tidak pernah terjadi sebelumnya.
Salah satu relawan mengaku ingat betul bahwa dirinya pernah masuk tim hoki sewaktu SD. Padahal ketika dikonfirmasi ke orangtuanya, ia hanya pernah mengikuti seleksi untuk masuk tim inti.
Menurut peneliti, hal semacam ini dialami oleh 20 persen orang dewasa. Sebagian besar ingatan palsu semacam itu merupakan peristiwa-peristiwa yang diperkirakan terjadi sekitar usia 8 tahun, saat seseorang banyak berimajinasi.
"Kenangan autobiografis semacam itu memberikan identitas dan cukup berguna dalam bernegosiasi dengan kesulitan hidup yang dihadapi," ungkap Giuliana Mazzoni, salah satu pakar yang terlibat dalam penelitian tersebut.
Sayangnya, tidak semua kenangan indah itu nyata. Menurut Giuliana, kenangan itu akan selamanya menjadi bagian dari diri seseorang selama tidak ada upaya maupun sanggahan pihak lain yang mendorong adanya semacam pembuktian.
Terkait fenomena tersebut, sebuah eksperimen terkenal pernah dilakukan di University of Washington. Ketika itu para ahli berhasil menanamkan ingatan palsu ke dalam benak seseorang dengan mempertontonkan sebuah iklan Disneyland yang menampilkan karakter Bugs Bunny.
Beberapa pekan kemudian, para relawan diminta untuk menceritakan berbagai pengalaman di masa kecil. Sepertiga di antaranya mengaku pernah foto bersama Bugs Bunny di Disneyland, padahal tokoh tersebut adalah milik Warner Brothers (pesaing Disney) yang tentu saja tidak pernah ada di Disneyland.
Masa Subur Sama dengan Masa Seksi
AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Ilustrasi (dok: thinkstock)
Minneapolis, Ada kalanya orang malas memperhatikan penampilannya. Tapi kalau melihat perempuan berpenampilan lebih seksi daripada biasanya, bisa dipastikan si wanita sedang dalam masa subur.
Penelitian tersebut dilakukan oleh Kristina Durante dari University of Minnesota dan dipublikasikan dalam Journal of Consumer Research. Penelitian ini sebenarnya ingin melihat hubungan antara perilaku konsumen dengan status kesuburannya.
Hasil penelitian mengungkapkan, disadari atau tidak, hasrat ingin tampil seksi pada wanita dipengaruhi oleh siklus hormonal. Pada masa subur, pilihan berbusana jatuh pada baju seksi.
Masa subur pada wanita terjadi pada sekitar 14 hari setelah menstruasi, meski lebih tepatnya bisa bervariasi pada setiap individu. Selain meningkatkan libido, perubahan hormonal pada masa tersebut ternyata mempengaruhi selera berpenampilan.
"Hasrat berpenampilan pada puncak masa subur tanpa disadari mengarahkan wanita untuk tampil seksi. Tujuannya bukan untuk menarik pasangan melainkan untuk mengalahkan rivalnya," ungkap Kristina, dikutip dari Sciencedaily, Kamis (5/8/2010).
Meski penampilan seksi itu ada juga motivasi untuk menarik pasangannya, namun faktor utama yang mendorong keinginan tampil seksi ternyata datang dari lingkungan.
Untuk bidang pemasaran, temuan ini memberi dampak cukup besar. Karena efek ini bertahan selama 7 hari di sekitar puncak masa subur wanita dan diperkirakan ada miliaran peluang untuk menjual busana seksi yang bisa menunjang penampilan.
Perempuan yang berada pada masa subur juga akan lebih mudah tertarik jika digoda oleh lawan jenisnya. Karena ketika perempuan mengalami ovulasi, berbagai hormon dalam tubuhnya akan disesuaikan untuk mempersiapkan diri menghadapi ovulasi, pembuahan dan implantasi.
Ovulasi terjadi kira-kira 10-12 jam setelah hormon LH (luteinizing hormone) mencapai puncak. Hormon yang diproduksi saat masa ovulasi ini adalah hormon progesteron, hormon estrogen, hormon LH dan FSH (follicle-stimulating hormone).
Penelitian tersebut dilakukan oleh Kristina Durante dari University of Minnesota dan dipublikasikan dalam Journal of Consumer Research. Penelitian ini sebenarnya ingin melihat hubungan antara perilaku konsumen dengan status kesuburannya.
Hasil penelitian mengungkapkan, disadari atau tidak, hasrat ingin tampil seksi pada wanita dipengaruhi oleh siklus hormonal. Pada masa subur, pilihan berbusana jatuh pada baju seksi.
Masa subur pada wanita terjadi pada sekitar 14 hari setelah menstruasi, meski lebih tepatnya bisa bervariasi pada setiap individu. Selain meningkatkan libido, perubahan hormonal pada masa tersebut ternyata mempengaruhi selera berpenampilan.
"Hasrat berpenampilan pada puncak masa subur tanpa disadari mengarahkan wanita untuk tampil seksi. Tujuannya bukan untuk menarik pasangan melainkan untuk mengalahkan rivalnya," ungkap Kristina, dikutip dari Sciencedaily, Kamis (5/8/2010).
Meski penampilan seksi itu ada juga motivasi untuk menarik pasangannya, namun faktor utama yang mendorong keinginan tampil seksi ternyata datang dari lingkungan.
Untuk bidang pemasaran, temuan ini memberi dampak cukup besar. Karena efek ini bertahan selama 7 hari di sekitar puncak masa subur wanita dan diperkirakan ada miliaran peluang untuk menjual busana seksi yang bisa menunjang penampilan.
Perempuan yang berada pada masa subur juga akan lebih mudah tertarik jika digoda oleh lawan jenisnya. Karena ketika perempuan mengalami ovulasi, berbagai hormon dalam tubuhnya akan disesuaikan untuk mempersiapkan diri menghadapi ovulasi, pembuahan dan implantasi.
Ovulasi terjadi kira-kira 10-12 jam setelah hormon LH (luteinizing hormone) mencapai puncak. Hormon yang diproduksi saat masa ovulasi ini adalah hormon progesteron, hormon estrogen, hormon LH dan FSH (follicle-stimulating hormone).
Komentar