Langsung ke konten utama

KESEHATAN

Makanan Pedas Bisa Turunkan Tekanan Darah

Merry Wahyuningsih - detikHealth

img
Ilustrasi (Foto: dailymail)
Chongqing, China, Bagi orang dengan tekanan darah tinggi, beberapa makanan seperti makanan asin dan kafein harus dihindari. Tapi bagi yang doyan dengan makanan pedas, maka makanan tersebut bisa menjadi obat untuk menurunkan tekanan darah.

Menurut penelitian terbaru, makan makanan yang bisa menyebabkan lidah seperti terbakar alias makanan pedas, dapat membantu menurunkan tekanan darah. Hal ini sangat membantu bagi orang yang memiliki tekanan darah tinggi.

"Hipertensi mempengaruhi lebih dari 20 persen orang di China utara-timur dibandingkan 10 sampai 14 persen di China selatan-barat, dimana banyak penduduk disana yang makan makanan yang pedas dan panas," jelas Profesor Zhiming Zhu, yang memimpin penelitian, seperti dilansir dari Dailymail, Kamis(5/8/2010).

Peneliti dari Third Military Medical University, China, menemukan bahan aktif yang memberi rasa panas pada cabai, yaitu senyawa yang disebut dengan capsaicin, dapat membantu merelaksasi pembuluh darah. Pembuluh darah yang rileks membuat tekanan darah normal atau turun bagi orang dengan tekanan darah tinggi.

Capsaicin merupakan bahan kimia nabati yang berasal dari alam. Bahan ini digunakan oleh cabai untuk sistem pertahanan dirinya agar tidak dimakan oleh pemangsa seperti hewan.

Senyawa capsaicin bekerja dengan mengaktifkan saluran reseptor yang ditemukan pada lapisan pembuluh darah. Hal ini menyebabkan peningkatan produksi oksida nitrat, yaitu molekul gas yang dikenal dapat melindungi dari peradangan dan disfungsi vaskular.

Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk melihat seberapa banyak cabai yang perlu dimakan setiap hari untuk dapat berdampak positif pada tubuh manusia, terutama yang berhubungan dengan tekanan darah.

Hasil penelitian ini telah dipublikasikan pada jurnal Cell Metabolism edisi bulan Agustus.

Tanda-tanda Penyakit Jantung Bawaan

Vera Farah Bararah - detikHealth

img
ilustrasi (Foto: thinkstock)
Jakarta, Penyakit jantung bawaan ada yang memiliki gejala tapi ada juga yang tidak sehingga banyak orangtua yang tidak menyadari gangguan jantung pada bayinya. Kenali tanda-tanda yang muncul dari penyakit jantung bawaan.

Jantung pada bayi akan mulai berdetak pada hari ke 22 setelah pembuahan, pada saat itu jantung masih memiliki bentuk tabung yang sederhana. Antara hari ke 22-24 jantung mulai membungkuk ke kanan dan melipat ke dalam untuk membentuk lingkaran.

Hari ke 28 setelah pembuahan, tabung yang ada samar-samar mulai berbentuk seperti struktur jantung dengan dua sisi jantung dan pembuluh darah besar yang membawa darah masuk dan keluar dari jantung. Biasanya pada saat inilah gangguan jantung bawaan mulai berkembang.

Dikutip dari Mayo Clinic, Kamis (5/8/2010) jika gangguan yang terjadi di jantungnya cukup parah, maka akan timbul gejala sejak awal-awal kehidupan, yaitu:
  1. Warna kulit terlihat pucat atau membiru (cyanosis).
  2. Terjadi pembengkakan di kaki, perut dan daerah di sekitar mata.
  3. Sesak napas saat menyusu.
  4. Memiliki berat badan yang rendah atau tidak terjadinya peningkatan berat badan.
Tapi jika gangguan yang terjadi di jantungnya tidak terlalu parah, seringkali hal ini baru akan terdiagnosis saat memasuki masa kanak-kanak.

Pada kondisi ini gejala yang timbul biasanya:
  1. Mudah mengalami sesak napas selama melakukan kegiatan atau berolahraga.
  2. Mudah merasa lelah saat melakukan aktivitas atau berolahraga.
  3. Terjadi pembengkakan di tangan, pergelangan kaki atau pada kakinya.
  4. Terjadinya penumpukan cairan di jantung atau paru-paru.
Namun, penyakit jantung bawaan tidak menyebabkan rasa sakit di dada atau nyeri seperti saat seseorang mengalami serangan jantung atau memiliki penyakit jantung.

Penyakit jantung bawaan menyebabkan aliran darah yang melalui jantung tidak normal, padahal aliran darah ini membawa darah yang kaya akan oksigen ke seluruh bagian tubuh. Kondisi ini tentu saja memaksa jantung untuk bekerja lebih keras lagi agar bisa memenuhi kebutuhan tubuh.

Penyebab penyakit jantung bawaan yaitu jika ibu yang hamil memiliki penyakit rubella (campak jerman), mengonsumsi obat-obatan terentu yang diketahui dapat menyebabkan jantung bawaan serta adanya faktor keturunan dari riwayat keluarga baik orangtua ataupun kakek neneknya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Banyak Tidur Saat Puasa Justru Bikin Lemas

Merry Wahyuningsih - detikHealth (Foto: thinkstock) Jakarta, Tidak sedikit orang yang hanya tidur-tiduran untuk menghabiskan waktu di siang hari pada saat puasa. Tapi kebiasaan tersebut justru membuatnya lemas dan tak bertenaga. Mengapa demikian? Pada saat melakukan ibadah puasa, sebaiknya tetap melakukan aktivitas sehari-hari. Alasan menghemat tenaga dengan tidur-tiduran justru akan membuat orang semakin lemas, tidak semangat dan tidak bertenaga. "Pada puasa, tubuh dipersiapkan untuk beraktivitas dengan makan pada saat sahur dan buka puasa, jadi sebaiknya aktivitas tetap dilakukan," tutur Dr.H.Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH,MMB,FINASIM, dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Penyakit Lambung dan Pencernaan, FKUI-RSCM, saat dihubungi detikHealth , Kamis (26/8/2010). Dr Ari mengatakan bila merasa ngantuk atau lelah, tidur sah-sah saja dilakukan. Tapi yang menjadi masalah adalah tidur dilakukan ketika tubuh merasa dalam kondisi 'on'. Pada saat t...

Sayangi Lutut Sejak Masih Muda Agar Awet Sampai Tua

Houston, Lutut rentan mengalami cedera karena selalu menjadi tumpuan berat badan. Agar terhindar dari risiko arthritis dan kerusakan lain di hari tua, kesehatan lutut harus dijaga sejak dini termasuk dengan cara menurunkan berat badan. Arthritis atau radang sendi menyerang lutut pada hampir 50 persen orang dewasa saat memasuki usia 85 tahun. Risikonya semakin meningkat jika yang bersangkutan mengalami obesitas maupun overweight . "Setiap kali melangkah, lutut menahan beban 3 kali lipat berat badan. Berlari membebani lutut 5 kali lipat berat badan, sementara melompat 7 kali lipat," ungkap Dr William J Brian, seorang dokter bedah tulang dari Methodist Center for Sports Medicine in Houston . Modifikasi gaya hidup mutlak diperlukan bagi kaum muda yang mulai mengalami nyeri pada persendian. Tujuannya untuk menurunkan berat badan, sehingga tekanan yang menyebabkan nyeri di persendian bisa dikurangi. Menurut Dr William, formula untuk menurunkan berat badan a...

Bambu untuk Mengurangi Karbon Dioksida

Vegetasi bambu berdaya serap karbon dioksida tergolong paling besar, berbeda dengan jenis pohon lain karena bambu memiliki kemampuan fotosintesis efisien, yaitu menyerap kembali sebagian karbon dioksida yang dihasilkan. Dunia tidak akan bisa menolak bambu dengan ekolabel karena bambu yang tidak dipanen atau dimanfaatkan justru akan membusuk di alam dan melepaskan emisi Dalam pembahasan di Konferensi Perubahan Iklim PBB di Kopenhagen, Denmark, baru-baru ini, penanaman bambu diupayakan masuk dalam program Alih Guna Lahan dan Kehutanan (LULUCF), serta Reduksi Emisi dari Perusakan Hutan dan Degradasi Lahan (REDD). ”Dunia tidak akan bisa menolak bambu dengan ekolabel karena bambu yang tidak dipanen atau dimanfaatkan justru akan membusuk di alam dan melepaskan emisi,” kata Marc Peeters, salah satu penanam modal usaha pembibitan bambu satu-satunya di Indonesia dengan teknologi kultur jaringan dari Belgia, Senin (1/2/2010) di Jakarta. Mantan Menteri Negara Lingkungan Hidup Sarwono Kusumaat...