Langsung ke konten utama

Postingan

6 Pemicu Kanker yang Kontroversial

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth foto: Thinkstock Jakarta, Gaya hidup moderen makin mendekatkan manusia pada penyakit kanker, yakni pertumbuhan sel tidak normal yang sering berujung pada kematian. Banyak produk dan bahan kimia yang dikambinghitamkan sebagai pemicu, namun tidak semuanya bisa dibuktikan. Pembuktian penting dilakukan untuk menghindari ketakutan yang berlebihan terhadap teknologi dan kemajuan ilmu pengetahuan. Bagaimanapun sisi lain dari moderisasi telah mempermudah dan meningkatkan kualitas hidup manusia. Dikutip dari US News , Senin (25/10/2010), beberapa pemicu kanker yang sempat heboh namun masih menyimpan kontroversi adalah sebagai berikut. 1. Pemanis buatan Pengujian pada tikus membuktikan pemanis buatan cyclamate memicu kanker kandung kemih, sehingga penggunaannya pada minuman bersoda dilarang oleh FDA. Belakangan, pengganti cyclamate yakni saccharin juga menyebabkan tumor pada tikus meski tidak sampai dilarang penggunaannya. Meski cyc...

Perokok Lebih Berisiko Punya Jerawat

Vera Farah Bararah - detikHealth foto: Thinkstock Roma, Sebagian besar masyarakat tahu bahwa rokok bisa merusak kesehatan tubuh. Tapi ternyata rokok juga bisa mempengaruhi kondisi kulit seseorang sehingga menimbulkan jerawat yang dikenal dengan ' smoking acne '. Beberapa peneliti memang telah mempercayai fakta tersebut. Peneliti dari San Gallicano Dermatological Institute di Roma, Italia menuturkan bahwa rokok bisa menyebabkan jerawat, khususnya jerawat yang tidak meradang ( non-inflamed ) dan juga komedo akibat pori-pori yang tersumbat. Seperti dikutip dari Acne.about.com , Senin (25/10/2010) berdasarkan penelitian, sekitar 42 persen perokok menderita jerawat sedangkan kelompok non-perokok hanya sebesar 10 persen saja. Dan perokok memiliki risiko yang lebih tinggi terkena jerawat yang tidak meradang. Dalam penelitian ini juga diketahui tiga perempat dari partisipan perempuan yang merokok memiliki jerawat. Meski demikian jumlah rokok yang dihisap tidak berpeng...

Kenapa Beda Bau Badan? Wanita Bau Bawang, Pria Bau Keju

Vera Farah Bararah - detikHealth (Foto: thinkstock) Jakarta, Sabun, parfum dan lotion memang bisa membuat bau badan seseorang menjadi wangi, tapi secara alami laki-laki dan perempuan memiliki bau badan yang berbeda. Apa penyebabnya? Perbedaan bau badan alami antara laki-laki dan perempuan memang tak lepas dari pengaruh gen yang dimilikinya. Berdasarkan penelitian terbaru yang dilakukan oleh peneliti Swiss, ditemukan pada sampel yang diambil dari ketiak perempuan terdapat senyawa yang mengandung sulfur lebih tinggi dibandingkan dengan laki-laki. Diketahui jika pada perempuan senyawa tersebut ada 5 miligram, maka pada laki-laki hanya 0,5 mg saja. Seperti dikutip dari Howstuffworks , Jumat (22/10/2010) perbedaan kandungan senyawa sulfur tersebut akan membuat bau badan seseorang semakin kuat. Studi ini juga menemukan bahwa bau badan perempuan lebih mirip dengan bau bawang atau jeruk, sedangkan bau badan laki-laki lebih mirip dengan bau keju. Selain kandungan sulfur dalam...

Otak Cinta Manusia Berhasil Dipetakan

Vera Farah Bararah - detikHealth (Foto: thinkstock) Jakarta, Banyak orang yang bilang kalau cinta itu gila dan sangat sulit dimengerti. Kini sebuah penelitian telah berhasil memetakan daerah di otak yang berhubungan dengan rasa cinta. Sebuah penelitian berhasil mengeksplorasi hubungan antara organ jantung dan kepala atau otak. Kegilaan atau rasa cinta yang teramat dalam yang dialami seseorang terhadap pasangannya ternyata bisa memicu kucuran deras aktivitas listrik yang melalui otak. Ilmuwan Amerika Serikat telah membuat sebuah peta di otak yang mengatur mengenai cinta. "Tidak kurang dari 12 bagian otak yang bekerja sama untuk memproduksi dan mempertahankan perasaan cinta di dalam tubuh seseorang," ujar Dr Stephanie Ortigue dari University of Syracuse, seperti dikutip dari DailyTelegraph , Jumat (22/10/2010). Dalam hasil penelitian ini diketahui bahwa peta mengenai cinta di otak sangat kompleks. Daerah-daerah di otak yang masuk ke dalam peta ini juga men...

Gemuk Bisa Ditularkan oleh Virus

Merry Wahyuningsih - detikHealth (Foto: thinkstock) San Diego, Obesitas atau kegemukan selalu dikaitkan dengan faktor genetik, pola makan, aktivitas fisik dan faktor lingkungan lain. Tapi baru-baru ini ilmuwan menemukan bahwa obesitas disebabkan oleh virus yang dapat menular. Ilmuwan menemukan bahwa 'ledakan' obesitas khususnya di dunia Barat selama 30 tahun terakhir ini salah satunya disebabkan oleh virus yang dapat menular layaknya penyakit infeksi. Penelitian telah menemukan bukti baru untuk penyakit yang disebut infectobesity , yaitu obesitas yang ditularkan dari orang ke orang seperti infeksi. Virus yang bertanggungjawab pada obesitas ini adalah strain dari adenovirus, versi yang juga menyebabkan flu biasa. Virus ini sudah diberi label 'virus gemuk'. Ada lebih dari 50 strain a denovirus yang diketahui menginfeksi manusia. Tetapi virus yang dikaitkan dengan obesitas pada manusia hanya satu, yaitu adenovirus 36. Ilmuwan di University of Californi...

Makanan yang Aman untuk Gigi

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth (Foto: thinkstock) Jakarta, Gigi sehat ibarat mutiara yang mahal harganya sehingga harus dijaga agar tidak rusak. Tidak selalu harus dengan perawatan yang mahal, pemilihan makanan yang tepat sudah bisa membantu merawat kesehatan gigi. Karena fungsinya untuk mengunyah makanan, gigi selalu bersentuhan dengan berbagai jenis makanan. Beberapa di antaranya bersifat korosif alias merusak, sehingga harus pintar-pintar memilih agar gigi tetap kuat sampat tua. Dikutip dari WebMD, Rabu (20/10/2010) makanan dan minuman yang baik dan aman bagi kesehatan gigi di antaranya adalah sebagai berikut: Air putih Noda di gigi bisa muncul akibat meningkatnya keasaman rongga mulut saat mengunyah makanan. Minum air putih berguna untuk mempercepat pembersihan sisa-sisa asam sehingga tidak mengotori gigi. Permen karet bebas gula Mengunyah permen karet dapat meningkatkan produksi saliva atau air liur, sehingga dapat menetralisir keasaman rongga mulut. Produ...

Botox untuk Pencegah Migrain Kronis Dilegalkan

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth (Foto: thinkstock) New York, Botox kini bukan hanya untuk mengatasi kulit keriput akibat proses penuaan. Badan pengawas obat dan makanan di Amerika telah menyetujui penggunaannya untuk mencegah migrain kronis pada orang dewasa. Dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan 15 Oktober 2010, Food and Drug Administration (FDA) merekomendasikan penyuntikan tiap 3 bulan untuk pencegahan migrain. Titik penyuntikannya adalah sekitar leher dan kepala. Namun efek botox dikatakan hanya manjur untuk jenis migrain kronis. Jenis sakit kepala yang lain maupun migrain yang hanya berlangsung kurang dari 14 hari tidak bisa dicegah dengan obat yang memiliki nama generik onabotulinumtoxinA ini. FDA juga memperingatkan kemungkinan efek samping yang muncul. Dalam uji klinis, suntik botox menyebabkan nyeri leher dan sakit kepala pada 1 persen pasien sementara gejala yang sama hanya dirasakan 0,3 persen pasien yang menerima plasebo. Penggunaan botox untuk ke...