Langsung ke konten utama

Wow, Ada Manusia Magnet dengan Tubuh yang Bisa Menarik Logam

Vera Farah Bararah - detikHealth

img
Brenda Allison (dailymail)
London, Setiap manusia memiliki muatan listrik, tapi manusia yang satu ini rupanya memiliki muatan listrik yang berlebihan. Akibatnya, benda-benda yang berada dalam jarak dekat bisa menempel ke tubuhnya.

Kondisi ini dialami warga London, Brenda Allison sejak kecil. Hingga kini belum diketahui apa penyebab dari tubuhnya yang kelebihan muatan listrik itu, dokter baru bisa menduga akibat stres tingkat tinggi.

Dengan kondisinya itu, Allison dijuluki manusia magnet karena ibu satu anak ini memiliki kekuatan misterius yang membuat benda logam menempel di tubuhnya.

Allison mengaku kekuatan elektromagnetik yang ada di dalam tubuhnya kini semakin menigkat. Alhasil, semua barang-barang seperti koin, pin logam, magnet, kunci bahkan tutup panci bisa menempel di tubuhnya selama 45 menit tanpa terjatuh.

Meski begitu, Allison seringkali malu dengan efek magnetik dari tubuhnya tersebut. Karena di tempat umum ia kerap mengalami hal-hal memalukan, seperti membuat alarm mobil menyala tiba-tiba, mengganggu sinyal televisi, bisa mematikan bola lampu, bahkan pernah dituduh menggunakan Voodoo karena sebuah mesin kasir di supermarket rusak setelah ia melewatinya.

"Orang-orang biasanya akan tertawa ketika benda-benda logam yang diletakkan di tubuh saya tidak jatuh, tapi kadang-kadang kondisi ini bisa sangat memalukan," ujar Allison yang berasal dari Holloway, London Utara, seperti dikutip dari Dailymail, Sabtu (21/8/2010).

Allison (50 tahun) mulai menyadari adanya efek magnetik di dalam tubuhnya ketika ia berada di taman kanak-kanak. Karena kondisinya seperti itu ketika kecil orangtuanya sudah berhenti membelikannya jam tangan, karena medan magnet di tubuhnya bisa mengganggu mekanisme waktu dari jam yang digunakannya. Seiring beranjak dewasa ia mulai menyadari bahwa efek elektromagnetiknya sangat kuat diakhir siklus menstruasinya.

Tubuh Allison bisa memancarkan muatan positif dan negatif, karenanya beberapa benda yang bisa menempel tergantung dari muatan apa yang dipancarkan oleh tubuhnya.

Objek logam tersebut tidak langsung terbang ke arahnya, melainkan jika ia menempatkan ke dekat tubuhnya maka ia akan merasakan adanya suatu tarikan. Biasanya benda tersebut akan menempel lebih lama jika berada di dekat
tulang.

Dokter mengungkapkan bahwa daya magnet di dalam tubuhnya disebabkan oleh tingkat stres yang tinggi, karenanya dokter memaksanya untuk lebih santai.

"Setiap orang memiliki muatan listrik, tapi apa yang dimiliki oleh Allison di dalam tubuhnya mungkin lebih kuat," ujar Kathy Geminiani, seorang elektroterapi.

Kondisi ini bisa membuat seseorang terbebani, karena bisa saja dia harus meninggalkan pekerjaannya atau tidak bisa pergi ke beberapa tempat seperti supermarket.

"Sejak kecil orangtua saya tahu bahwa ada sesuatu yang berbeda dari tubuh saya, tapi mereka tidak pernah membawa saya ke dokter," ungkapnya.

Salah satu keinginan Allison adalah bertemu dengan pakar elektromagnetik, sehingga ia bisa memahami penyebab kondisinya tersebut.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Banyak Tidur Saat Puasa Justru Bikin Lemas

Merry Wahyuningsih - detikHealth (Foto: thinkstock) Jakarta, Tidak sedikit orang yang hanya tidur-tiduran untuk menghabiskan waktu di siang hari pada saat puasa. Tapi kebiasaan tersebut justru membuatnya lemas dan tak bertenaga. Mengapa demikian? Pada saat melakukan ibadah puasa, sebaiknya tetap melakukan aktivitas sehari-hari. Alasan menghemat tenaga dengan tidur-tiduran justru akan membuat orang semakin lemas, tidak semangat dan tidak bertenaga. "Pada puasa, tubuh dipersiapkan untuk beraktivitas dengan makan pada saat sahur dan buka puasa, jadi sebaiknya aktivitas tetap dilakukan," tutur Dr.H.Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH,MMB,FINASIM, dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Penyakit Lambung dan Pencernaan, FKUI-RSCM, saat dihubungi detikHealth , Kamis (26/8/2010). Dr Ari mengatakan bila merasa ngantuk atau lelah, tidur sah-sah saja dilakukan. Tapi yang menjadi masalah adalah tidur dilakukan ketika tubuh merasa dalam kondisi 'on'. Pada saat t...

Sayangi Lutut Sejak Masih Muda Agar Awet Sampai Tua

Houston, Lutut rentan mengalami cedera karena selalu menjadi tumpuan berat badan. Agar terhindar dari risiko arthritis dan kerusakan lain di hari tua, kesehatan lutut harus dijaga sejak dini termasuk dengan cara menurunkan berat badan. Arthritis atau radang sendi menyerang lutut pada hampir 50 persen orang dewasa saat memasuki usia 85 tahun. Risikonya semakin meningkat jika yang bersangkutan mengalami obesitas maupun overweight . "Setiap kali melangkah, lutut menahan beban 3 kali lipat berat badan. Berlari membebani lutut 5 kali lipat berat badan, sementara melompat 7 kali lipat," ungkap Dr William J Brian, seorang dokter bedah tulang dari Methodist Center for Sports Medicine in Houston . Modifikasi gaya hidup mutlak diperlukan bagi kaum muda yang mulai mengalami nyeri pada persendian. Tujuannya untuk menurunkan berat badan, sehingga tekanan yang menyebabkan nyeri di persendian bisa dikurangi. Menurut Dr William, formula untuk menurunkan berat badan a...

Bambu untuk Mengurangi Karbon Dioksida

Vegetasi bambu berdaya serap karbon dioksida tergolong paling besar, berbeda dengan jenis pohon lain karena bambu memiliki kemampuan fotosintesis efisien, yaitu menyerap kembali sebagian karbon dioksida yang dihasilkan. Dunia tidak akan bisa menolak bambu dengan ekolabel karena bambu yang tidak dipanen atau dimanfaatkan justru akan membusuk di alam dan melepaskan emisi Dalam pembahasan di Konferensi Perubahan Iklim PBB di Kopenhagen, Denmark, baru-baru ini, penanaman bambu diupayakan masuk dalam program Alih Guna Lahan dan Kehutanan (LULUCF), serta Reduksi Emisi dari Perusakan Hutan dan Degradasi Lahan (REDD). ”Dunia tidak akan bisa menolak bambu dengan ekolabel karena bambu yang tidak dipanen atau dimanfaatkan justru akan membusuk di alam dan melepaskan emisi,” kata Marc Peeters, salah satu penanam modal usaha pembibitan bambu satu-satunya di Indonesia dengan teknologi kultur jaringan dari Belgia, Senin (1/2/2010) di Jakarta. Mantan Menteri Negara Lingkungan Hidup Sarwono Kusumaat...