Langsung ke konten utama

Salah Pilih Sepatu, Kuku Bisa Tumbuh ke Dalam

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth

img
Foto: Thinkstock
Jakarta, Nyeri atau bahkan infeksi akibat pertumbuhan kuku yang menembus lapisan kulit di jari kaki bisa disebabkan oleh banyak hal. Selain karena salah potong kuku, pemilihan ukuran sepatu yang tidak sesuai dengan bentuk kaki juga bisa menjadi pemicu.

Dari berbagai macam hal yang menyebabkan kuku tumbuh ke dalam (ingrown nail), yang paling umum adalah cara memotong kuku yang salah. Kuku yang dipotong tidak merata atau terlalu pendek terutama di bagian pinggir dapat menyebabkan pertumbuhan kuku berbelok ke bawah dan menusuk lipatan kulit.

Seperti dikutip dari Healthday, Minggu (22/8/2010), memotong kuku di kaki agar hasilnya rapi memang gampang-gampang susah. Bagi yang tubuhnya kurang elastis atau kaku, letak jari kaki yang jauh di bawah sering membatasi pandangan maupun jangkauan tangan ketika berusaha untuk memotong kukunya.

Kalaupun beberapa orang bisa menjangkaunya dengan mudah, kondisi kuku di kaki kadang-kadang menghadirkan kesulitan tersendiri. Kuku yang tumbuh di kaki umumnya lebih tebal dan keras sehingga lebih sulit untuk dapat dipotong dengan rapi seperti kuku tangan.

Kebiasaan buruk dalam memotong kuku juga bisa menyebabkan ujung kuku tidak rata. Alih-alih menggunakan gunting kuku, beberapa orang lebih terbiasa menyobek kuku langsung dengan tangannya sendiri atau memotongnya dengan menggunakan pisau, gunting kertas maupun peralatan lain yang tidak semestinya.

Jika ujungnya sudah tidak rata, faktor lain yang meningkatkan risiko pertumbuhan kuku ke dalam lipatan kulit adalah pemilihan ukuran sepatu yang kurang tepat. Sepatu yang terlalu ketat menyebabkan jari kaki mendapat tekanan berlebih, sehingga lipatan kulit di ujung kuku mudah tertusuk.

Pengaruh ukuran sepatu yang sempit akan semakin terasa pada orang-orang yang secara alami dikaruniai bentuk kuku kaki yang lebar, sebab tekanan yang dialami akan semakin besar. Demikian juga pada olahragawan, terutama yang sering melakukan hentakan kaki mendadak seperti atlet tennis dan bola basket.

Tekanan yang besar pada jari kaki juga dialami oleh orang-orang yang sering berjalan kaki atau bahkan berlari, sekalipun gerakannya tidak menghentak. Penting untuk dicatat, sering tersandung juga dapat meningkatkan risiko kuku jempol kaki tumbuh ke dalam.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bambu untuk Mengurangi Karbon Dioksida

Vegetasi bambu berdaya serap karbon dioksida tergolong paling besar, berbeda dengan jenis pohon lain karena bambu memiliki kemampuan fotosintesis efisien, yaitu menyerap kembali sebagian karbon dioksida yang dihasilkan. Dunia tidak akan bisa menolak bambu dengan ekolabel karena bambu yang tidak dipanen atau dimanfaatkan justru akan membusuk di alam dan melepaskan emisi Dalam pembahasan di Konferensi Perubahan Iklim PBB di Kopenhagen, Denmark, baru-baru ini, penanaman bambu diupayakan masuk dalam program Alih Guna Lahan dan Kehutanan (LULUCF), serta Reduksi Emisi dari Perusakan Hutan dan Degradasi Lahan (REDD). ”Dunia tidak akan bisa menolak bambu dengan ekolabel karena bambu yang tidak dipanen atau dimanfaatkan justru akan membusuk di alam dan melepaskan emisi,” kata Marc Peeters, salah satu penanam modal usaha pembibitan bambu satu-satunya di Indonesia dengan teknologi kultur jaringan dari Belgia, Senin (1/2/2010) di Jakarta. Mantan Menteri Negara Lingkungan Hidup Sarwono Kusumaat...

Diet Sehat Dengan Air Putih

By Finalia Kodrati, Lutfi Dwi Puji Astuti VIVAnews - Banyak wanita yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan tubuh yang indah. Bahkan, mereka rela melakukan operasi plastik atau mengosumsi obat-obatan mahal. Padahal, dengan air putih saja bisa bisa membantu wanita untuk menjaga keindahan tubuhnya. Ahli gizi dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusomo, Dr Hardiansyah mengatakan berdasarkan hasil uji klinis air putih bisa membantu diet. Penelitian yang dilakukan di mancanegara terhadap kelompok orang yang minum 500 ratus ml air atau dua gelas air sebelum makan dan dilakukan selama tiga bulan terbukti bisa menurunkan berat badan sebanyak 2 kg dibanding kelompok orang yang tidak minum sebelum makan. Meski kalori yang masuk sama. "Uji klinis ini sudah dilakukan di mancanegara terhadap 75 orang yang diberi minum dan75 orang yang tidak diberi minum sebelum makan," kata Dr Hardiansyah dalam acara Woman Health Expo di Hotel Sahid, Jakarta, Sabtu 6 Februari 2010. Dia juga memberikan ...

7 Rasa Sakit di Selangkangan Pria

(Foto: thinkstock) Jakarta, Pria memang lebih bisa menahan sakit ketimbang wanita. Pria biasanya baru akan mempedulikan rasa sakit jika sudah menyangkut fungsi reproduksi. Ada 7 rasa sakit di selangkangan pria yang nyerinya cukup menyiksa. Gejala yang muncul bisa meliputi daerah testis, penis dan juga prostat seperti gatal, nyeri, benjolan, luka, ruam, bengkak atau rasa seperti terbakar. Dikutip dari Menshealth , Jumat (29/10/2010) terdapat 7 gejala yang menunjukkan adanya gangguan pada reproduksi yang letaknya di seputar selangkangan yaitu: 1. Mengalami nyeri di testis Rasa sakit atau nyeri pada testis biasanya disebabkan salah satu testis memutar sehingga bisa menghambat suplai darah, dan ini bisa menimbulkan rasa sakit yang menusuk. Kondisi ini sebaiknya tidak diabaikan, karena bisa membuat seseorang kehilangan satu testisnya. Untuk mengetahuinya dokter akan melakukan pemeriksaan USG untuk melihat kondisi testis. 2. Mengalami rasa sakit pada saluran sperma ...