Langsung ke konten utama

Perubahan Iklim Tingkatkan Kematian Jantung

Merry Wahyuningsih - detikHealth

img
Ilustrasi (Foto: getty image)
Roma, Bila pemanasan global terus berlanjut akan lebih banyak lagi orang yang meninggal karena masalah jantung. Karena perubahan iklim yang ekstrem, maka akan menambah beban bagi jantung dan meningkatkan risiko kematian jantung.

Sebuah studi di British Medical Journal menemukan bahwa penurunan suhu 1 derajat celsius pada satu hari di Inggris terkait dengan 200 serangan jantung tambahan.

Selain itu, gelombang panas juga dapat menjadi penyebab meningkatnya kematian jantung, seperti yang ditunjukkan oleh peristiwa di Paris selama musim panas. Lebih dari 11.000 orang meninggal dalam karena udara panas Prancis pada paruh pertama bulan Agustus tahun 2003, saat suhu naik menjadi 40 derajat celsius.

Kebanyakan orang meninggal karena terjadi kematian jantung mendadak yang berhubungan dengan kondisi jantung lain selain serangan jantung biasa.

Pada musim panas yang sama, Inggris juga memecahkan rekor dengan kenaikan suhu yang menyebabkan kematian lebih dari 2.000 orang. Dan para ahli memperkirakan bahwa pada tahun 2080-an, peristiwa serupa akan terjadi setiap tahun.

Menurut ahli, risiko yang ditimbulkan oleh perubahan suhu panas dan dingin yang sangat ekstrem paling rentan terhadap orang tua. Sebagian besar korban adalah orang berusia 70 hingga 80-an tahun.

Peneliti dari London School of Hygiene & Tropical Medicine menganalisis data pada 84.000 pasien yang dirawat di rumah sakit dengan serangan jantung antara 2003 dan 2006.

Peneliti menemukan bahwa penurunan suhu 1 derajat celsius dari suhu harian rata-rata dikaitkan dengan 2 persen kumulatif dalam risiko serangan jantung selama 28 hari, bahkan dalam musim panas.

Suhu yang dingin dapat membuat darah lebih rentan terhadap pembekuan dan hal ini jelas dapat menimbulkan risiko jantung. Hal ini sebenarnya sebagian dapat diatasi dengan aspirin, yaitu obat pengencer darah.

"Tindakan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca berdasarkan perubahan pada gaya hidup penduduk dan tingkat individu mungkin memiliki manfaat besar bagi kesehatan dan perlindungan iklim," ujar Dr Paola Michelozzi dan Manuela De Sario, dari Lazio Region Department of Epidemiology di Roma, seperti dilansir dari BBC, Kamis (12/8/2010).

Misalnya, menurut Paola, menurunkan asupan lemak jenuh dengan mengurangi konsumsi produk hewani adalah pilihan makanan sehat yang direkomendasikan dalam pedoman pencegahan penyakit jantung koroner dan juga dapat menjadi strategi untuk mengurangi emisi gas rumah kaca.
(mer/ir)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bambu untuk Mengurangi Karbon Dioksida

Vegetasi bambu berdaya serap karbon dioksida tergolong paling besar, berbeda dengan jenis pohon lain karena bambu memiliki kemampuan fotosintesis efisien, yaitu menyerap kembali sebagian karbon dioksida yang dihasilkan. Dunia tidak akan bisa menolak bambu dengan ekolabel karena bambu yang tidak dipanen atau dimanfaatkan justru akan membusuk di alam dan melepaskan emisi Dalam pembahasan di Konferensi Perubahan Iklim PBB di Kopenhagen, Denmark, baru-baru ini, penanaman bambu diupayakan masuk dalam program Alih Guna Lahan dan Kehutanan (LULUCF), serta Reduksi Emisi dari Perusakan Hutan dan Degradasi Lahan (REDD). ”Dunia tidak akan bisa menolak bambu dengan ekolabel karena bambu yang tidak dipanen atau dimanfaatkan justru akan membusuk di alam dan melepaskan emisi,” kata Marc Peeters, salah satu penanam modal usaha pembibitan bambu satu-satunya di Indonesia dengan teknologi kultur jaringan dari Belgia, Senin (1/2/2010) di Jakarta. Mantan Menteri Negara Lingkungan Hidup Sarwono Kusumaat...

Diet Sehat Dengan Air Putih

By Finalia Kodrati, Lutfi Dwi Puji Astuti VIVAnews - Banyak wanita yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan tubuh yang indah. Bahkan, mereka rela melakukan operasi plastik atau mengosumsi obat-obatan mahal. Padahal, dengan air putih saja bisa bisa membantu wanita untuk menjaga keindahan tubuhnya. Ahli gizi dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusomo, Dr Hardiansyah mengatakan berdasarkan hasil uji klinis air putih bisa membantu diet. Penelitian yang dilakukan di mancanegara terhadap kelompok orang yang minum 500 ratus ml air atau dua gelas air sebelum makan dan dilakukan selama tiga bulan terbukti bisa menurunkan berat badan sebanyak 2 kg dibanding kelompok orang yang tidak minum sebelum makan. Meski kalori yang masuk sama. "Uji klinis ini sudah dilakukan di mancanegara terhadap 75 orang yang diberi minum dan75 orang yang tidak diberi minum sebelum makan," kata Dr Hardiansyah dalam acara Woman Health Expo di Hotel Sahid, Jakarta, Sabtu 6 Februari 2010. Dia juga memberikan ...

7 Rasa Sakit di Selangkangan Pria

(Foto: thinkstock) Jakarta, Pria memang lebih bisa menahan sakit ketimbang wanita. Pria biasanya baru akan mempedulikan rasa sakit jika sudah menyangkut fungsi reproduksi. Ada 7 rasa sakit di selangkangan pria yang nyerinya cukup menyiksa. Gejala yang muncul bisa meliputi daerah testis, penis dan juga prostat seperti gatal, nyeri, benjolan, luka, ruam, bengkak atau rasa seperti terbakar. Dikutip dari Menshealth , Jumat (29/10/2010) terdapat 7 gejala yang menunjukkan adanya gangguan pada reproduksi yang letaknya di seputar selangkangan yaitu: 1. Mengalami nyeri di testis Rasa sakit atau nyeri pada testis biasanya disebabkan salah satu testis memutar sehingga bisa menghambat suplai darah, dan ini bisa menimbulkan rasa sakit yang menusuk. Kondisi ini sebaiknya tidak diabaikan, karena bisa membuat seseorang kehilangan satu testisnya. Untuk mengetahuinya dokter akan melakukan pemeriksaan USG untuk melihat kondisi testis. 2. Mengalami rasa sakit pada saluran sperma ...