Langsung ke konten utama

Perjalanan Luar Angkasa Bisa Melemahkan Otot

Vera Farah Bararah - detikHealth

img
Foto: thinkstock
Milwaukee, Tak sedikit orang yang ingin melakukan perjalanan ke luar angkasa terutama ke planet Mars. Tapi sebaiknya hal tersebut dipikir kembali, karena perjalanan ke Mars bisa melemahkan otot-otot tubuh.

Para ilmuwan mengungkapkan penerbangan angkasa jangka panjang bisa menghilangkan setengah dari kemampuan otot astronotnya. Kelemahan otot ini diilustrasikan jika saat pergi seseorang berusia 30 tahun, maka saat kembali ke bumi ia memiliki otot yang lemah seperti orang berusia 80 tahun. Selain itu perjalanan luar angkasa ini juga sarat dengan bahaya.

Para peneliti yang dipimpin oleh Robert Fitts, seorang profesor biologi dari Marquette University di Milwaukee, Wisconsin mengambil sampel kecil jaringan dari otot-otot betis sembilan astronot Amerika dan Rusia yang menghabiskan waktu sekitar enam bulan di International Space Station (ISS).

Pengambilan sampel ini dilakukan 45 hari sebelum para astronot tersebut meluncur ke luar angkasa dan pada saat astronot ini kembali ke bumi. Fitts melaporkan bahwa terjadi pengurangan massa serat otot dan penurunan kekuatan otot sekitar 40 persen pada tubuh astronot tersebut.

Ironisnya penggemukan badan yang dilakukan sebelum melakukan perjalanan tidak memberikan dampak terhadap pencegahan hilangnya massa otot. Bahkan anggota kru yang memiliki otot besar justru mengalami penurunan terbesar dalam hal kekuatan otot.

"Otot yang mengalami dampak paling besar dalam hal penurunan massanya adalah otot betis yang hampir mendekati 50 persen," ujar Fitts, seperti dikutip dari News.com.au, Kamis (19/8/2010).

Hasil penelitian ini telah diterbitkan secara online oleh Journal of Physiology.

Berdasarkan hasil temuan ini menunjukkan perlunya peningkatan aturan kebugaran di dalam ruang astronot, sehingga para kru tidak harus melakukan latihan resistensi tinggi dan bisa melakukan gerakan-gerakan alami seperti di bumi.

Melemahnya otot para kru setelah melakukan perjalanan ke luar angkasa menambah daftar dampak perjalanan luar angkasa bagi kesehatan. Sebelumnya telah diketahui bahwa perjalanan luar angkasa meningkatkan risiko kanker akibat kerusakan DNA dari radiasi kosmik, hilangnya kepadatan tulang dan mengalami tekanan mental karena memerlukan perjalanan yang panjang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bambu untuk Mengurangi Karbon Dioksida

Vegetasi bambu berdaya serap karbon dioksida tergolong paling besar, berbeda dengan jenis pohon lain karena bambu memiliki kemampuan fotosintesis efisien, yaitu menyerap kembali sebagian karbon dioksida yang dihasilkan. Dunia tidak akan bisa menolak bambu dengan ekolabel karena bambu yang tidak dipanen atau dimanfaatkan justru akan membusuk di alam dan melepaskan emisi Dalam pembahasan di Konferensi Perubahan Iklim PBB di Kopenhagen, Denmark, baru-baru ini, penanaman bambu diupayakan masuk dalam program Alih Guna Lahan dan Kehutanan (LULUCF), serta Reduksi Emisi dari Perusakan Hutan dan Degradasi Lahan (REDD). ”Dunia tidak akan bisa menolak bambu dengan ekolabel karena bambu yang tidak dipanen atau dimanfaatkan justru akan membusuk di alam dan melepaskan emisi,” kata Marc Peeters, salah satu penanam modal usaha pembibitan bambu satu-satunya di Indonesia dengan teknologi kultur jaringan dari Belgia, Senin (1/2/2010) di Jakarta. Mantan Menteri Negara Lingkungan Hidup Sarwono Kusumaat...

Diet Sehat Dengan Air Putih

By Finalia Kodrati, Lutfi Dwi Puji Astuti VIVAnews - Banyak wanita yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan tubuh yang indah. Bahkan, mereka rela melakukan operasi plastik atau mengosumsi obat-obatan mahal. Padahal, dengan air putih saja bisa bisa membantu wanita untuk menjaga keindahan tubuhnya. Ahli gizi dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusomo, Dr Hardiansyah mengatakan berdasarkan hasil uji klinis air putih bisa membantu diet. Penelitian yang dilakukan di mancanegara terhadap kelompok orang yang minum 500 ratus ml air atau dua gelas air sebelum makan dan dilakukan selama tiga bulan terbukti bisa menurunkan berat badan sebanyak 2 kg dibanding kelompok orang yang tidak minum sebelum makan. Meski kalori yang masuk sama. "Uji klinis ini sudah dilakukan di mancanegara terhadap 75 orang yang diberi minum dan75 orang yang tidak diberi minum sebelum makan," kata Dr Hardiansyah dalam acara Woman Health Expo di Hotel Sahid, Jakarta, Sabtu 6 Februari 2010. Dia juga memberikan ...

7 Rasa Sakit di Selangkangan Pria

(Foto: thinkstock) Jakarta, Pria memang lebih bisa menahan sakit ketimbang wanita. Pria biasanya baru akan mempedulikan rasa sakit jika sudah menyangkut fungsi reproduksi. Ada 7 rasa sakit di selangkangan pria yang nyerinya cukup menyiksa. Gejala yang muncul bisa meliputi daerah testis, penis dan juga prostat seperti gatal, nyeri, benjolan, luka, ruam, bengkak atau rasa seperti terbakar. Dikutip dari Menshealth , Jumat (29/10/2010) terdapat 7 gejala yang menunjukkan adanya gangguan pada reproduksi yang letaknya di seputar selangkangan yaitu: 1. Mengalami nyeri di testis Rasa sakit atau nyeri pada testis biasanya disebabkan salah satu testis memutar sehingga bisa menghambat suplai darah, dan ini bisa menimbulkan rasa sakit yang menusuk. Kondisi ini sebaiknya tidak diabaikan, karena bisa membuat seseorang kehilangan satu testisnya. Untuk mengetahuinya dokter akan melakukan pemeriksaan USG untuk melihat kondisi testis. 2. Mengalami rasa sakit pada saluran sperma ...