Langsung ke konten utama

KESEHATAN

Transfusi Darah Bisa Menyebabkan Serangan Jantung

Merry Wahyuningsih - detikHealth

img
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
Kentucky, Transfusi darah sangat penting dalam banyak pengobatan di rumah sakit, terutama saat proses operasi. Tapi penelitian terbaru menunjukkan bahwa menjalani transfusi darah selama operasi dapat meningkatkan kematian, terutama karena serangan jantung.

Setiap hari, ada ribuan liter darah yang disumbangkan sebagai pertempuran ahli bedah untuk menyelamatkan kehidupan. Juga banyak orang yang menerima darah dari orang asing untuk mengatasi masalahnya di atas meja operasi.

Sejak Perang Dunia Kedua, ketika transfusi darah pertama kali dilakukan, dunia kedokteran menganggap transfusi darah menjadi sangat penting bagi pasien untuk menjalani berbagai macam operasi.

Tapi penelitian terbaru menemukan bahwa pasien yang menjalani transfusi darah selama proses operasi, dapat mengalami risiko kematian yang lebih tinggi. Terutama akibat dari serangan jantung, stroke dan penyakit serius seperti septicaemia, pneumonia dan kanker kelenjar getah bening.

Peneliti sedang menyelidiki dua kemungkinan yang menjadi penyebab. Pertama adalah darah yang didonorkan. Peneliti curiga, bukannya memperkuat kapasitas orang sakit untuk menangkis infeksi, darah yang didonorkan saat operasi justru dapat membuat pasien tidak mampu menahan serangan bakteri dan virus.

Kedua, transfusi darah dapat memicu peradangan di pembuluh darah, sehingga meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke setelah operasi.

Hal ini disebabkan karena selama jangka waktu 30 hari, darah yang disimpan akan mengalami perubahan penting yang dapat menyebabkan kontaminasi ke beberapa penerima.

Diperkirakan bahwa ketika darah disimpan, enzim beracun yang dikeluarkan oleh sel darah merah dan penumpukan produk-produk limbah tubuh dalam darah dapat menyerang sistem kekebalan tubuh.

Transfusi adalah terapi hidup hemat yang telah membuat pengobatan bedah kompleks menjadi mungkin dilakukan. Tetapi juga memiliki efek yang tidak diinginkan pada sistem kekebalan.

Asal tahu saja, darah terdiri dari empat elemen utama, yaitu sel darah merah, sel darah putih, platelet dan plasma. Sebagian besar transfusi melibatkan sel darah merah yang telah dipisahkan dari komponen lain dalam darah, karena sel darah merah ini bertanggung jawab untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh.

Nah, ketika pasien kehilangan darah selama operasi, pasien tidak memiliki cukup sel darah merah untuk menjaga tubuh dalam posisi pemulihan penuh. Tanpa sel darah merah, organ mulai gagal berfungsi dan dapat mematikan.

Peneliti di University of Kentucky menemukan pasien biasanya membutuhkan sekitar 3 liter untuk membantu operasi. Jika transfusi darah yang dilakukan hanya 1 kantung (sekitar satu gelas) dapat meningkatkan kematian dalam waktu 30 hari dengan kemungkinan sebesar 32 persen.

"Saya terkejut bahwa dari satu kantung darah dapat menyebabkan risiko yang begitu besar. Tapi saya percaya bahwa dokter bedah, dokter anestesi dan profesional medis lain kurang menghargai dampak negatif dari transfusi darah," ujar Dr Andrew Bernard, peneliti dari University of Kentucky's College of Medicine, seperti dilansir dari Dailymail, Selasa (3/8/2010).

Selama 50 tahun terakhir, penggunaan sel darah merah donor telah diperluas dari pendarahan karena kejadian tertentu hingga ke dalam ruang operasi rutin.

Sayangnya, selama ini belum pernah ada penelitian besar yang pernah meneliti efektivitas atau keamaan dari transfusi darah. Juga tidak ada panduan yang jelas pada saat dokter bedah harus mengatur darah yang disumbangkan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bambu untuk Mengurangi Karbon Dioksida

Vegetasi bambu berdaya serap karbon dioksida tergolong paling besar, berbeda dengan jenis pohon lain karena bambu memiliki kemampuan fotosintesis efisien, yaitu menyerap kembali sebagian karbon dioksida yang dihasilkan. Dunia tidak akan bisa menolak bambu dengan ekolabel karena bambu yang tidak dipanen atau dimanfaatkan justru akan membusuk di alam dan melepaskan emisi Dalam pembahasan di Konferensi Perubahan Iklim PBB di Kopenhagen, Denmark, baru-baru ini, penanaman bambu diupayakan masuk dalam program Alih Guna Lahan dan Kehutanan (LULUCF), serta Reduksi Emisi dari Perusakan Hutan dan Degradasi Lahan (REDD). ”Dunia tidak akan bisa menolak bambu dengan ekolabel karena bambu yang tidak dipanen atau dimanfaatkan justru akan membusuk di alam dan melepaskan emisi,” kata Marc Peeters, salah satu penanam modal usaha pembibitan bambu satu-satunya di Indonesia dengan teknologi kultur jaringan dari Belgia, Senin (1/2/2010) di Jakarta. Mantan Menteri Negara Lingkungan Hidup Sarwono Kusumaat...

Diet Sehat Dengan Air Putih

By Finalia Kodrati, Lutfi Dwi Puji Astuti VIVAnews - Banyak wanita yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan tubuh yang indah. Bahkan, mereka rela melakukan operasi plastik atau mengosumsi obat-obatan mahal. Padahal, dengan air putih saja bisa bisa membantu wanita untuk menjaga keindahan tubuhnya. Ahli gizi dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusomo, Dr Hardiansyah mengatakan berdasarkan hasil uji klinis air putih bisa membantu diet. Penelitian yang dilakukan di mancanegara terhadap kelompok orang yang minum 500 ratus ml air atau dua gelas air sebelum makan dan dilakukan selama tiga bulan terbukti bisa menurunkan berat badan sebanyak 2 kg dibanding kelompok orang yang tidak minum sebelum makan. Meski kalori yang masuk sama. "Uji klinis ini sudah dilakukan di mancanegara terhadap 75 orang yang diberi minum dan75 orang yang tidak diberi minum sebelum makan," kata Dr Hardiansyah dalam acara Woman Health Expo di Hotel Sahid, Jakarta, Sabtu 6 Februari 2010. Dia juga memberikan ...

7 Rasa Sakit di Selangkangan Pria

(Foto: thinkstock) Jakarta, Pria memang lebih bisa menahan sakit ketimbang wanita. Pria biasanya baru akan mempedulikan rasa sakit jika sudah menyangkut fungsi reproduksi. Ada 7 rasa sakit di selangkangan pria yang nyerinya cukup menyiksa. Gejala yang muncul bisa meliputi daerah testis, penis dan juga prostat seperti gatal, nyeri, benjolan, luka, ruam, bengkak atau rasa seperti terbakar. Dikutip dari Menshealth , Jumat (29/10/2010) terdapat 7 gejala yang menunjukkan adanya gangguan pada reproduksi yang letaknya di seputar selangkangan yaitu: 1. Mengalami nyeri di testis Rasa sakit atau nyeri pada testis biasanya disebabkan salah satu testis memutar sehingga bisa menghambat suplai darah, dan ini bisa menimbulkan rasa sakit yang menusuk. Kondisi ini sebaiknya tidak diabaikan, karena bisa membuat seseorang kehilangan satu testisnya. Untuk mengetahuinya dokter akan melakukan pemeriksaan USG untuk melihat kondisi testis. 2. Mengalami rasa sakit pada saluran sperma ...