Langsung ke konten utama

KESEHATAN

Suami Mudah Tertidur Bikin Para Istri Merasa Iri

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth

img
Ilustrasi (dok: thinkstock)
London, Melihat sang suami tidur lelap seringkali justru membuat istrinya gelisah sehingga semakin tidak bisa tidur. Situasi ini disebut sleep envy, atau rasa iri terhadap orang lain yang bisa tidur lebih lelap.

Kadang-kadang, rasa iri tersebut dilampiaskan dengan cara membangungkan sang suami. Para istri melakukannya dengan berbagai cara, antara lain mencubit atau menabok punggung pasangannya hingga terjaga dengan mata merah menahan kantuk.

Cara yang agak menyebalkan ini paling banyak dilakukan, yakni oleh 10 persen responden dalam sebuah survei. Sisanya berusaha membangunkan suami dengan cara lain misalnya mengajak terus menerus ngobrol hingga mendapat tanggapan maupun sengaja menyalakan lampu atau televisi.

Faktor usia juga mempengaruhi pemilihan cara untuk melampiaskan rasa iri tersebut. Cara-cara yang agresif seperti melemparkan bantal atau menabok punggung lebih banyak dilakukan oleh wanita berusia paruh baya, sementara yang lebih muda kebanyakan memilih cara-cara yang lebih moderat seperti menyalakan televisi atau terus-terusan mengajak ngobrol.

Rasa iri tersebut muncul karena adanya kesenjangan terkait lamanya waktu yang dibutuhkan oleh pria dan wanita hingga tertidur. Sebanyak 25 persen wanita mengaku butuh waktu lebih dari 1 jam untuk bisa terlelap, sementara sebagian besar pria hanya membutuhkan waktu kurang dari 10 menit.

Survei untuk mengungkap kebiasaan tidur yang tidak sehat ini digagas oleh sebuah perusahaan tempat tidur di Inggris, Silentnight. Tak kurang dari 4.000 wanita dari seluruh penjuru Inggris Raya dilibatkan dalam penelitian tersebut.

"Susah tidur memang menyebabkan frustrasi, tetapi dampaknya menjadi lebih buruk ketika orang di sampingnya juga terkena imbasnya. Kami menyarankan cara lain untuk mengatasi susah tidur, misalnya membaca atau minum minuman hangat di ruangan lain agar tidak mengganggu pasangannya," ungkap juru bicara Silentnight seperti dikutip dari Dailymail, Minggu (8/8/2010).

Dalam survei sebelumnya, Silentnight mengungkap bahwa gangguan tidur dalam kehidupan rumah tangga juga bisa disebabkan oleh kehadiran seorang anak. Hingga 2 tahun pertama umur si anak, orang tua kehilangan waktu istirahat sebanyak 6 bulan dari kebutuhan tidur yang normal.

Dalam kehidupan berumah tangga, masalah tidur bisa memicu dampak yang jauh lebih serius dari sekedar mudah sakit dan cepat lelah. Kurangnya waktu istirahat bisa menyebabkan gangguan suasana hati (mood), depresi dan pertengkaran yang ujung-ujungnya bisa berakhir pada perceraian.(up/ir


Agar Anak Doyan Makan Sayur

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth

img
Ilustrasi (dok: thinkstock)
Bangkok, Sayuran mengandung banyak nutrisi penting, tetapi mengapa kebanyakan anak-anak tidak menyukainya? Dibutuhkan strategi yang tepat agar anak gemar dan terbiasa makan sayur, salah satunya dengan memperkenalkan Popeye sebagai tokoh idola.

Popeye sang pelaut merupakan tokoh kartun yang sudah populer sejak era 1930-an. Kemunculannya sering dikaitkan dengan propaganda makan sayur di kalangan anak-anak pada masa itu, sebab tokoh tersebut digambarkan senang makan bayam yang membuatnya menjadi sangat kuat hanya dalam sekejap.

Seorang peneliti dari Mahidol University di Bangkok membuktikan, propaganda dengan memanfaatkan multimedia semacam itu sangat efektif dalam meningkatkan konsumsi sayuran pada anak. Dalam sebuah eksperimen yang berlangsung selama 8 pekan, ia memutarkan serial Popeye di sela-sela jam makan siang para murid TK.

Akibat terpengaruh oleh perilaku tokoh idola, asupan sayur dan buah pada anak meningkat 2 kali lipat setelah mengikuti program tersebut. Selain itu para orang tua juga melaporkan bahwa murid-murid TK merasa bangga telah mengkonsumsi sayur saat makan siang di sekolah.

Prof Chutima Sirikulchayanonta yang memimpin penelitian tersebut mengakui, pemutaran film kartun memang bukan satu-satunya faktor yang menentukan. Sebab dalam eksperimen tersebut, ia memasukkan berbagai program interaktif seperti:
  1. Mengajak para murid menanam sayur bersama
  2. Mengadakan pesta kebun dengan menu sayur dan buah-buahan
  3. Tutorial memasak sup bagi para murid.
Sementara bagi para orang tua di rumah, Prof Chutima memberi catatan tentang beberapa hal yang bisa membuat anak makin gemar makan sayur. Dikutip dari Sciencedaily, Minggu (8/8/2010), beberapa catatan tersebut adalah sebagai berikut:
  1. Duduk di samping anak yang sedang makan sayur lalu ikut menyantap menu yang sama akan membuat anak merasa spesial
  2. Mencicipi bermacam-macam rasa buah dan sayuran adalah cara yang menyenangkan bagi anak untuk mengenal berbagai jenis makanan
  3. Melibatkan anak dalam tahap-tahap menyiapkan makanan, mulai dari emncuci dan memotong sayuran, hingga meracik bumbu akan menumbuhkan rasa menghargai makanan pada anak.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Banyak Tidur Saat Puasa Justru Bikin Lemas

Merry Wahyuningsih - detikHealth (Foto: thinkstock) Jakarta, Tidak sedikit orang yang hanya tidur-tiduran untuk menghabiskan waktu di siang hari pada saat puasa. Tapi kebiasaan tersebut justru membuatnya lemas dan tak bertenaga. Mengapa demikian? Pada saat melakukan ibadah puasa, sebaiknya tetap melakukan aktivitas sehari-hari. Alasan menghemat tenaga dengan tidur-tiduran justru akan membuat orang semakin lemas, tidak semangat dan tidak bertenaga. "Pada puasa, tubuh dipersiapkan untuk beraktivitas dengan makan pada saat sahur dan buka puasa, jadi sebaiknya aktivitas tetap dilakukan," tutur Dr.H.Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH,MMB,FINASIM, dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Penyakit Lambung dan Pencernaan, FKUI-RSCM, saat dihubungi detikHealth , Kamis (26/8/2010). Dr Ari mengatakan bila merasa ngantuk atau lelah, tidur sah-sah saja dilakukan. Tapi yang menjadi masalah adalah tidur dilakukan ketika tubuh merasa dalam kondisi 'on'. Pada saat t...

Sayangi Lutut Sejak Masih Muda Agar Awet Sampai Tua

Houston, Lutut rentan mengalami cedera karena selalu menjadi tumpuan berat badan. Agar terhindar dari risiko arthritis dan kerusakan lain di hari tua, kesehatan lutut harus dijaga sejak dini termasuk dengan cara menurunkan berat badan. Arthritis atau radang sendi menyerang lutut pada hampir 50 persen orang dewasa saat memasuki usia 85 tahun. Risikonya semakin meningkat jika yang bersangkutan mengalami obesitas maupun overweight . "Setiap kali melangkah, lutut menahan beban 3 kali lipat berat badan. Berlari membebani lutut 5 kali lipat berat badan, sementara melompat 7 kali lipat," ungkap Dr William J Brian, seorang dokter bedah tulang dari Methodist Center for Sports Medicine in Houston . Modifikasi gaya hidup mutlak diperlukan bagi kaum muda yang mulai mengalami nyeri pada persendian. Tujuannya untuk menurunkan berat badan, sehingga tekanan yang menyebabkan nyeri di persendian bisa dikurangi. Menurut Dr William, formula untuk menurunkan berat badan a...

Bambu untuk Mengurangi Karbon Dioksida

Vegetasi bambu berdaya serap karbon dioksida tergolong paling besar, berbeda dengan jenis pohon lain karena bambu memiliki kemampuan fotosintesis efisien, yaitu menyerap kembali sebagian karbon dioksida yang dihasilkan. Dunia tidak akan bisa menolak bambu dengan ekolabel karena bambu yang tidak dipanen atau dimanfaatkan justru akan membusuk di alam dan melepaskan emisi Dalam pembahasan di Konferensi Perubahan Iklim PBB di Kopenhagen, Denmark, baru-baru ini, penanaman bambu diupayakan masuk dalam program Alih Guna Lahan dan Kehutanan (LULUCF), serta Reduksi Emisi dari Perusakan Hutan dan Degradasi Lahan (REDD). ”Dunia tidak akan bisa menolak bambu dengan ekolabel karena bambu yang tidak dipanen atau dimanfaatkan justru akan membusuk di alam dan melepaskan emisi,” kata Marc Peeters, salah satu penanam modal usaha pembibitan bambu satu-satunya di Indonesia dengan teknologi kultur jaringan dari Belgia, Senin (1/2/2010) di Jakarta. Mantan Menteri Negara Lingkungan Hidup Sarwono Kusumaat...