Langsung ke konten utama

Kantin Sekolah yang Ideal

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth

img
(Foto: thinkstock)
Jakarta, Banyak hal bisa dilakukan murid di kantin sekolah, mulai dari jajan, diskusi, curhat, bahkan berkelahi. Sebagai tempat yang paling sering dikunjungi para murid kantin harus sehat. Bagaimana kantin yang ideal itu?

Kepala Seksi Penyuluhan Industri Rumah Tangga Badan POM, Dra Novinar mengatakan kebersihan kantin sekolah bisa dimulai dari para pedagang. Tentu saja bekerja sama dengan pengelolanya, dalam hal ini pihak sekolah.

Saat memberikan penyuluhan pada para pedagang makanan di SDS Al-Azhar Rawamangun dan SDN IKIP Rawamangun, Novinar masih mendapati kantin sekolah yang tidak dilengkapi tempat sampah yang tertutup. Beberapa pedagang hanya menyediakan kantong plastik yang kurang higienis karena dapat mengundang lalat.

Bangunan warung yang ideal juga berpengaruh bagi kebersihan, baik pada lingkungan kantin secara keseluruhan maupun barang dagangannya. Misalnya atap yang tidak tertutup rapat dapat menyebabkan debu dan kotoran berjatuhan di lantai dan makanan.

Tidak kalah pentingnya adalah fasilitas cuci tangan di kantin harus memadai. Karena sebagian besar siswa mengunjungi kantin untuk keperluan jajan, maka sabun dan air mengalir harus tersedia agar siswa dapat membersihkan tangan sebelum dan sesudah makan.

Sedangkan dalam menyiapkan barang dagangan, para pedagang harus benar-benar memperhatikan cara pengolahan yang baik. Bahan makanan tidak boleh sembarangan diletakkan di lantai atau meja yang tidak bersih, sementara produk-produk awetan seperti nuggets harus disimpan di lemari pendingin jika tidak langsung dihabiskan.

"Kadang-kadang para pedagang tidak tahu tentang hal itu. Buktinya setelah diberi penyuluhan banyak yang membenahi warungnya, bahkan mau mengenakan celemek saat menjual makanan," ungkap Novinar saat ditemui dalam acara buka puasa bersama yang digelar oleh Nutrifood di Rempah-Rempah Restaurant, Jl Senopati Jakarta Selatan, Kamis malam (25/8/2010).

Dalam kesempatan tersebut, Nutrifood menganugerahkan Health Agent Award 2010 kepada 3 pedagang di lingkungan sekolah yang dinilai telah memperhatikan kebersihan tempat berjualan. Penghargaan serupa juga diberikan kepada 3 sekolah di Jakarta yang dinilai berhasil menginspirasi gaya hidup sehat yakni SDS Ar-Ridho, SDN Pulo gadung 01 pagi dan SDN Rawamangun 01 Pagi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Banyak Tidur Saat Puasa Justru Bikin Lemas

Merry Wahyuningsih - detikHealth (Foto: thinkstock) Jakarta, Tidak sedikit orang yang hanya tidur-tiduran untuk menghabiskan waktu di siang hari pada saat puasa. Tapi kebiasaan tersebut justru membuatnya lemas dan tak bertenaga. Mengapa demikian? Pada saat melakukan ibadah puasa, sebaiknya tetap melakukan aktivitas sehari-hari. Alasan menghemat tenaga dengan tidur-tiduran justru akan membuat orang semakin lemas, tidak semangat dan tidak bertenaga. "Pada puasa, tubuh dipersiapkan untuk beraktivitas dengan makan pada saat sahur dan buka puasa, jadi sebaiknya aktivitas tetap dilakukan," tutur Dr.H.Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH,MMB,FINASIM, dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Penyakit Lambung dan Pencernaan, FKUI-RSCM, saat dihubungi detikHealth , Kamis (26/8/2010). Dr Ari mengatakan bila merasa ngantuk atau lelah, tidur sah-sah saja dilakukan. Tapi yang menjadi masalah adalah tidur dilakukan ketika tubuh merasa dalam kondisi 'on'. Pada saat t...

Sayangi Lutut Sejak Masih Muda Agar Awet Sampai Tua

Houston, Lutut rentan mengalami cedera karena selalu menjadi tumpuan berat badan. Agar terhindar dari risiko arthritis dan kerusakan lain di hari tua, kesehatan lutut harus dijaga sejak dini termasuk dengan cara menurunkan berat badan. Arthritis atau radang sendi menyerang lutut pada hampir 50 persen orang dewasa saat memasuki usia 85 tahun. Risikonya semakin meningkat jika yang bersangkutan mengalami obesitas maupun overweight . "Setiap kali melangkah, lutut menahan beban 3 kali lipat berat badan. Berlari membebani lutut 5 kali lipat berat badan, sementara melompat 7 kali lipat," ungkap Dr William J Brian, seorang dokter bedah tulang dari Methodist Center for Sports Medicine in Houston . Modifikasi gaya hidup mutlak diperlukan bagi kaum muda yang mulai mengalami nyeri pada persendian. Tujuannya untuk menurunkan berat badan, sehingga tekanan yang menyebabkan nyeri di persendian bisa dikurangi. Menurut Dr William, formula untuk menurunkan berat badan a...

Bambu untuk Mengurangi Karbon Dioksida

Vegetasi bambu berdaya serap karbon dioksida tergolong paling besar, berbeda dengan jenis pohon lain karena bambu memiliki kemampuan fotosintesis efisien, yaitu menyerap kembali sebagian karbon dioksida yang dihasilkan. Dunia tidak akan bisa menolak bambu dengan ekolabel karena bambu yang tidak dipanen atau dimanfaatkan justru akan membusuk di alam dan melepaskan emisi Dalam pembahasan di Konferensi Perubahan Iklim PBB di Kopenhagen, Denmark, baru-baru ini, penanaman bambu diupayakan masuk dalam program Alih Guna Lahan dan Kehutanan (LULUCF), serta Reduksi Emisi dari Perusakan Hutan dan Degradasi Lahan (REDD). ”Dunia tidak akan bisa menolak bambu dengan ekolabel karena bambu yang tidak dipanen atau dimanfaatkan justru akan membusuk di alam dan melepaskan emisi,” kata Marc Peeters, salah satu penanam modal usaha pembibitan bambu satu-satunya di Indonesia dengan teknologi kultur jaringan dari Belgia, Senin (1/2/2010) di Jakarta. Mantan Menteri Negara Lingkungan Hidup Sarwono Kusumaat...