Langsung ke konten utama

Obat Tradisional Hanya Anti Oksidan, Tidak Mengobati

Peneliti dari ikatan ahli farmakologi Indonesia (IKAFI) Sumsel, Prof Kamaluddin mengatakan, obat-obat tradisional yang berasal dari tumbuhan dan buah-buahan hanya mengandung anti oksidan tetapi tidak bersifat mengobati.



Sehingga kalau ingin menyembuhkan penyakit penderita mesti mengonsumsi obat-obatan yang telah diproduksi pabrikan, katanya.


Menurut dia, sejumlah buah dan tumbuhan yang sering dijadikan obat masyarakat, seperti buah mengkudu dan jenis tanaman perdu yang sering dikonsumsi untuk mengobati berbagai penyakit telah mereka teliti.


Hasil penelitian membuktikan kalau obat tradisional tersebut yang diolah dengan cara merebus hanya bersifat anti oksidan, tetapi jika diproses dengan cara diekstrak akan menghasilkan zat kimia.

Dan zat tersebut yang diolah menjadi obat-obat kimia hanya bisa diproduksi secara pabrikan, katanya.

Dia menjelaskan, pada prinsipnya obat produksi pabrikan pun berasal atau meniru zat kimia yang dihasilkan tumbuhan setelah melalui proses ekstrak dan menghasilkan khasiat yang dapat menyembuhkan, ujarnya.


Namun Kamaluddin menambahkan, sebelum diekstrak buah-buahan tersebut tidak mengandung obat, hanya bersifat anti oksidan. Karena hanya proses ekstrak itu yang menghasilkan zat kimia yang berkhasiat sebagai obat penyembuh penyakit, tambah dia.

http://www.kapanlagi.com/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bambu untuk Mengurangi Karbon Dioksida

Vegetasi bambu berdaya serap karbon dioksida tergolong paling besar, berbeda dengan jenis pohon lain karena bambu memiliki kemampuan fotosintesis efisien, yaitu menyerap kembali sebagian karbon dioksida yang dihasilkan. Dunia tidak akan bisa menolak bambu dengan ekolabel karena bambu yang tidak dipanen atau dimanfaatkan justru akan membusuk di alam dan melepaskan emisi Dalam pembahasan di Konferensi Perubahan Iklim PBB di Kopenhagen, Denmark, baru-baru ini, penanaman bambu diupayakan masuk dalam program Alih Guna Lahan dan Kehutanan (LULUCF), serta Reduksi Emisi dari Perusakan Hutan dan Degradasi Lahan (REDD). ”Dunia tidak akan bisa menolak bambu dengan ekolabel karena bambu yang tidak dipanen atau dimanfaatkan justru akan membusuk di alam dan melepaskan emisi,” kata Marc Peeters, salah satu penanam modal usaha pembibitan bambu satu-satunya di Indonesia dengan teknologi kultur jaringan dari Belgia, Senin (1/2/2010) di Jakarta. Mantan Menteri Negara Lingkungan Hidup Sarwono Kusumaat...

Diet Sehat Dengan Air Putih

By Finalia Kodrati, Lutfi Dwi Puji Astuti VIVAnews - Banyak wanita yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan tubuh yang indah. Bahkan, mereka rela melakukan operasi plastik atau mengosumsi obat-obatan mahal. Padahal, dengan air putih saja bisa bisa membantu wanita untuk menjaga keindahan tubuhnya. Ahli gizi dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusomo, Dr Hardiansyah mengatakan berdasarkan hasil uji klinis air putih bisa membantu diet. Penelitian yang dilakukan di mancanegara terhadap kelompok orang yang minum 500 ratus ml air atau dua gelas air sebelum makan dan dilakukan selama tiga bulan terbukti bisa menurunkan berat badan sebanyak 2 kg dibanding kelompok orang yang tidak minum sebelum makan. Meski kalori yang masuk sama. "Uji klinis ini sudah dilakukan di mancanegara terhadap 75 orang yang diberi minum dan75 orang yang tidak diberi minum sebelum makan," kata Dr Hardiansyah dalam acara Woman Health Expo di Hotel Sahid, Jakarta, Sabtu 6 Februari 2010. Dia juga memberikan ...

Banyak Tidur Saat Puasa Justru Bikin Lemas

Merry Wahyuningsih - detikHealth (Foto: thinkstock) Jakarta, Tidak sedikit orang yang hanya tidur-tiduran untuk menghabiskan waktu di siang hari pada saat puasa. Tapi kebiasaan tersebut justru membuatnya lemas dan tak bertenaga. Mengapa demikian? Pada saat melakukan ibadah puasa, sebaiknya tetap melakukan aktivitas sehari-hari. Alasan menghemat tenaga dengan tidur-tiduran justru akan membuat orang semakin lemas, tidak semangat dan tidak bertenaga. "Pada puasa, tubuh dipersiapkan untuk beraktivitas dengan makan pada saat sahur dan buka puasa, jadi sebaiknya aktivitas tetap dilakukan," tutur Dr.H.Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH,MMB,FINASIM, dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Penyakit Lambung dan Pencernaan, FKUI-RSCM, saat dihubungi detikHealth , Kamis (26/8/2010). Dr Ari mengatakan bila merasa ngantuk atau lelah, tidur sah-sah saja dilakukan. Tapi yang menjadi masalah adalah tidur dilakukan ketika tubuh merasa dalam kondisi 'on'. Pada saat t...